Aldehid dan keton
Penamaan senyawa aldeid secara IUPAC, mengganti akhiran –a
pada rantai utama alkana menjadi –al. Penamaan untuk rantai aldehid bercabang
penomoran ranrai utamanya dimulai dari karbon pada gugus karbonil. Sebahai
contoh etana menjadi etanal.
Keton diberi nama dengan mengubah –a menjadi –on. Bila perlu
dipergunkana nomor. Sebagai contoh sikloheksana menjadi siklo heksanon,
2-pentanon dan lain sebagainya.
Aldehid dan keton lebih dikenal dengan nama trivialnya dalam
keidupan sehari-hari. Aldehid deoberinama berdasarkan nama asam karboksilat
dari induknya dengan mengubah akhiran asam –oat menjadi atau asam –at menjadi
akhiran aldehida.
Asam karboksilat
|
Aldehid
|
Asam formiat
|
Formal dehid
|
Asam asetat
|
Asetal dehida
|
Asam propionat
|
Propional dehida
|
Asam butirat
|
Butiral dehida
|
Asam benzoat
|
Benzal dehida
|
Asam karboksilat
Tata nama asam karboksilat
Berdasarkan IUPAC suatu asam karboksilat alifatik diberi
nama berdasarkan nama rantai induk alkananya dengan akhiran –a pada alkana
dirubah dengan imbuhan asam-oat. Sebagi contoh jika diambil dari rantai induk
propana maka asam karboksilat itu berdasarkan IUPAC namanya adalah asam propanoat. Untul empat asam
karboksilat pertama nama yang lebih sering di gunakan adalah nama trivailnya.
Yaitu asam formiat, asam asetat, asam propionat dan asam butirat.
Berikut ini akan diberikan nama trivial dari 10 asam karboksilat
pertama dan juga sumberdari asam karboksilat tersebut.
Banyaknya atom karbon
|
Nama trivial
|
1
|
Format
|
2
|
asetat
|
3
|
Propionat
|
4
|
Butirat
|
5
|
Valerat
|
6
|
Kaproat
|
7
|
Enantat
|
8
|
Kaplirat
|
9
|
Pelargonat
|
10
|
kaprat
|
Ester asam karboksilat.
Tata nama ester
Nama ester terdiri dari dua kata, kata pertama adalah nama gugus alkil yang
terikat pada gugus oksigen ester sedangkan kata yang kedua berasal dari nama
asam karboksilatnya dengan membuang kata asam.
Contoh :
Metil propanoat (IUPAC)
Metil propionat (Trivial)
AMIDA
Suatu amida adalah suatu senyawa yang mempunyai suatu
nitrogen trivalen yang terikat pada satu gugus karbonil.
Tata nama amida
Suatu amida diberi nama dari nama asam karboksilat induknya.
Dengan mengubah imbuhan asam-oat, menjadi –amida.
Contoh:
Butanamida (IUPAC)
Butiramida (trivial)
Amida dengan substituen alkil pada nitrogen deberi nama
tambahan N-alkil didepan namanya, dengan N merujuk pada atom nitrogen.
Contoh:
N-metil benzamida
NITRIL
Nitril adalah senyawa yang mengandung gugus C dan N yang
terikat secara rangkap tiga. Selain itu nitril juga dikenal dengan nama siano
atu sianida.
Tata nama nitril
Dalam sistem tata nama IUPAC, nitril diberi nama berdasarkan
rantai induk alkananya, atom c yang terikat pada atom N juga termasuk kedalam
rantai induk. Nama lkana itu diberi nama akhiran –nitril. Beberapa nitril
diberi nama menurut nama trivial asam karboksilatnya dengan menggantikan imbuhan
asam-oat menjadi akhiran –nitril, atau –onitril, jika huruf akhirnya tidak
nerupa –o.
Contoh;
Etananitril (IUPAC)
Asetonitril (trivial)
Benzanakarbonitril (IUPAC)
Benzonitril (trivial)
Amina
Amina adalah senyawa organik yang mengandung atom-atom
nitrogen trivalen yang terikat pada satu
atom karbon atau lebih ; RNH2, R2NH, atau R3N.
Klasifikasi dan tatanama amida
Amina dapat diklompokkan menjadi amida primer, sekunder dan
tersier menurut banyaknyasubstituen alkil atau aril yang terikat pada nitrogen.
Contoh :
CH3NH2 CH3NHCH3 (CH3CH2)3N
Amina primer amina
sekunder amina
tersier
Perhatikan bahwa klasifikasi ini berbeda dengan klasifikasi
alkil halida atau pun alkohol. Klasikasi alkil halida dan alkohol berdasarkan
banyaknya gugus yang terikat pada karbon yang memiliki halida atu gugus
hidroksil tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar