April 02, 2013

Lemak dan Protein


1.      Lemak
Lemak adalah ester asam lemak dan gliserin tidak larut dalam air, tetapi larut dalam etanol, kloroform, bensin, karbon tetra klorida (CCl4), dan sebagainya, karena sebagian besar tergolong gugus lipofil. Di alam terdapat sebagai lemak yang tebal disamping zat-zat yang menyerupai lemak (lipid).
2.      Asam Lemak Jenuh
Asam lemak yang terdapat di alam strukturnya minimal terdiri atas 2 atom. Berasal dari asetil-koenzim A hasil akhir beta oksidasi, sehingga selalu di dapat dalam jumlah atom C genap. Selalu terdapat asam palmiat CC16H32O2 dan asam stearat C18H35O12 dalam lemak, sedangkan yang lainnya agak jarang ditemukan.

3.      Asam Lemak tak Jenuh
Disamping asam lemak januh terdapat juga asam lemak misal minyak kelapa. Asam lemak tak jenuh merupakan ikatan ganda antara atom C dengan atom C lainnya. Contoh asam lemak tak jenuh lainnya yaitu asam oleat, asam linoleat, asam linolenat.
4.      Protein
Protein merupakan salah satu kelompok bahan makro nutrient seperti bahan makronutrien lainnya (lemak dan karbohidrat). Protein ini berperan penting dalam pembentukan biomolekul. Molekul protein sendiri merupakan rantai panjang  yang tersusun oleh mata rantai asam-asam amino.
Asam amino merupakan senyawa yang memiliki satu atau lebih gugus karboksil (COOH) dan satu atau lebih gugus karboksil (COOH) atau satu atau lebih gugus amino. NH2 yang salah satunya terletak pada atom C tepat disebelah gugus karboksil (atom C alfa).
Asam-asam amino yang berbeda-beda (ada 20 jenis asam amino esensial) dalam protein ilmiah, bersambung melalui ikatan peptida yaitu ikatan antara gugus karboksil 1 asam amino dengan gugus amino dari asam amino yang disampingnya.
(Tim Kimia Dasar II. 2012.  Penuntun Praktikum Kimia Dasar II. Halaman : 36-37)
Protein
Protein merupakan bagian penting dari tulang, otot, dan kulit. Bahkan dalam setiap sel dalam tubuh kita terdapat protein . Protein mempunyai banyak fungsi, antara lain adalah membantu memecah nutrisi  untuk menjadi energi, sebagai struktur bangunan dalam tubuh, dan menghancurkan  racun.
Protein terdiri dari blok bangunan yang disebut asam amino. Tubuh kita  dapat memproduksi beberapa  asam amino. Protein yang kita  peroleh dari daging dan produk hewani lainnya mengandung semua asam amino yang kita butuhkan. Protein dari daging dan produk hewani yang lain juga disebut sebagai protein lengkap. Berbeda dengan dengan protein nabati yang tidak mengandung semua asam amino yang kita butuhkan, untuk melengkapi asam amino yang kita butuhkan kita perlu mengkonsumsi beberapa makanan nabati agar kita memperoleh asam amino yang lengkap yang kita butuhkan.
Beberapa sumber protein yang sangat baik antara lain meliputi, ikan,  kerang, daging unggas, daging merah (sapi, babi, domba), telur, kacang-kacangan, selai kacang, biji-bijian, produk dari kedelai (tahu, tempe, burger vegetarian), susu dan produk terbuat dari susu (keju, keju cottage, yoghurt).
(Ari Harnanto. 2009. Kimia Dasar II. Halaman : 204)
Agar tubuh kita tetap stabil, tubuh kita juga membutuhkan lemak. Lemak memiliki fungsi antara lain sebagai sumber energi, memproduksi zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh, serta membantu tubuh menyerap vitamin tertentu dari makanan. Tidak semua makanan berlemak baik untuk kesehatan kita. Lemak yang baik untuk kita konsumsi adalah lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated) dan lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated). Dengan mengkonsumsi lemak tak jenuh kita dapat meminimalisir akan terserang penyakit jantung.  Beberapa makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal antara lain adalah, minyak zaitun, minyak kacang, minyak canola, dan alpukat. Dan beberapa makanan yang memiliki kandungan lemak tak jenuh jamak tinggi antara lain adalah minyak jagung, minyak biji kapas, dan minyak kedelai.
Jenis lemak yang kurang baik untuk kesehatan kita adalah lemak jenuh dan trans yang  dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dengan menyebabkan penumpukan zat lemak dalam arteri yang dapat menghambat aliran  darah  yang kaya oksigen ke jantung kita. Lemak ini juga dapat meningkatkan risiko stroke dengan menyebabkan penumpukan zat lemak yang sama dalam arteri yang menjadi saluran aliran darah  ke otak kita. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa dengan mengkonsumsi banyak lemak trans dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh tinggi  antara lain daging merah (sapi, babi, domba), daging unggas, mentega, susu, minyak kelapa, minyak kelapa sawit.
Sedangkan lemak trans dapat kita jumpai pada beberapa makanan yang digoreng seperti seperti kerupuk, donat, dan dan kentang goreng.
Sama halnya dengan lemak jenuh dan lemak trans. Kolesterol juga kurang baik bagi kesehatan kita, yang juga dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Kolesterol juga dapat kita temukan daging merah (sapi, babi, domba) dan daging unggas.
Meskipun lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh jamak baik untuk kesehatan kita, namun kita tetap teratur dalam mengkonsumsi lemak tersebut. Karena jika lemak terus bertambah maka tubuh kita akan mengalami kegemukan yang dapat beresiko terserang penyakit lain seperti diabetes dan obesitas.
(www.syafir.com/.../inilah-macam-macam-nutrisi-yang-kita-butuhkan)
Protein
Istilah protein barasal dari bahasa Yunani proteis, yang berarti “pertama”. Istilah itu pertama kali digunakan pada tahun 1838. Dalam kehidupan, fungsi protein sangat penting. Misalnya, semua enzim tumbuhan dan hewan merupakan protein. Bersama lipida dan tulang, protein membentuk rangka tubuh. Selain itu, protein juga membentuk otot, antibodi, hemoglobin dan berbagai hormon. Protein merupakan polimer dari sekitar 20 asam ∝ - amino. Massa molekul relatifnya adalah sekitar 6.000 hingga beberapa juta. Unsur utama penyusun protein adalah C, H, O, dan N. Beberapa protein mengandung unsur belerang (S). fosforus (P), besi (Fe), mangan (Mn), tembaga (Cu), dan iodin (I).
Asam amino memiliki sebuah gugus asam karboksilat dan gugus amino dalam sebuah molekul. Akibatnya suatu asam amino mengalami reaksi asam-basa untuk membentuk ion dipolar, yaitu suatu ion yang memiliki muatan positif dan negative. Ion dipolar memiliki sebuah muatan positif dan muatan negative sehingga muatan listrik netral. Ion dipolar bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan asam dan asam.
Sifat itu disebabkan karena adanya muatan positif dan negatif.
Berdasarkan rantai sampingannya, asam amino dibedakan menjadi 3 yaitu:
·         Asam amino netral
Asam amino netral dibedakan menjadi asam amino polar dan asam amino nonpolar.
·         Asam amino netral yang bersifat polar ada 6, yaitu asparagin, sistein, qlutamin, serin, trenoin dan tirosin. Kapolar ini terjadi karena rantai cabangnya mengandung gugus polar, misalnya –OH. Karena sifatnya yang polar, maka asam amino ini larut dalam air.
·         Asam amino netral nonpolar ada9 yaitu alanin, qlisin, isolevsin, levsin, metionin,fenilalanin, prolin, triptofan, dan valin. Empat dari Sembilan asam amino ini yaitu alanin, valin, levsin, dan isolevin memiliki rantai karbon.
·         Titik Isolistrik
Jika asam amino alanin dimasukkan dalam larutan asam (pH rendah) alanin berubah menjadi bermuatan positif (kation). Jika pH terus dinaikkan, kation akan berubah menjadi ion dipolar netral, dan akhirnya berubah menjadi bermuatan negatif. Harga pH yang menyebabkan asam amino memiliki muatan listrik netral disebut titik isolistrik. Protein sangat sukar dimurnikan karena terdapat dalam bentuk kompleks bersama dengan lemak, karbohidrat, dan campuran protein lainnya. Faktor lain yang membuat sukar dimurnikan adalah protein sangat mudah rusak oleh panas, asam, basa, dan pelarut organik.
Lemak
Istilah lemak berasal dari kata Yunani, yaitu lipos. Lemak adalah senyawa yang tidak larut dalam air sehingga dapat dipisahkan dari sel dan jaringan dengan pelarut nonpolar, misalnya dietil eter dan kloroform. Berdasarkan asalnya, lemak dibedakan menjadi lemak nabati dan lemak hewani. Lemak nabati biasanya disebut minyak, sedangkan lemak hewani basanya disebut lemak. Lemak dan minyak dapat juga dibedakan berdasarkan wujudnya pada suhu kamar. Lemak wujud padat dan minyak berwujud cair pada suhu kamar. Lemak hewani mengandung banyak sterol yang disebut kolesterol, sedangkan lemak nabati mengandung firosterol dan lebih banyak mengandung asam lemak dari hewan darat.
Sifat Fisik dan Kimia Lemak dan Minyak
Lemak dan minyak memiliki sifat yang spesifik, yaitu memiliki gugus hidrokarbon hidrofob yang sangat banyak dan memiliki gugus hidrokarbon hidrofil yang sangat sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa lemak tidak larut dalam air, tetapi larut dalam larutan nonpolar. Minyak dan lemak terdiri atas berbagai macam trigliserida sehingga titik cairannya tidak tajam, tetapi merupakan suatu kisaran tertentu. Kekuatan ikatan antar radikal asam lemak mempengaruhi titik cairannya. Maka kuat ikatan antarmolekul makin banyak panas yang di perlukan untuk mencairkannya.
Kegunaan Lemak dan Minyak
Lemak dan minyak merupakan zat makanan yang penting untuk menjaga kesehatan dan sebagai sumber energi yang lebih efektif daripada karbohidrat dan protein. Dalam pengelolaan bahan pangan minyak dan lemak berfungsi sebagai pengantar panas, misalnya minyak goreng. Minyak goreng berfungsi sebagai pengantar panas, penambah gurih, dan penambah kalori bahan pangan.
Lemak merupakan bahan padat dalam suhu kamar, lemak ini mempunyai komposisi asam stearat dan asam palminat yang memiliki titik lebur lebih tinggi, lemak ini juga disebut sebagai asam lemak jenuh.
Untuk memperoleh lemak padat (lemak jenuh) diawali dengan penggunaan minyak yaitu “hidrogenasi“, hidrogenasi adalah suatu proses penambahan asam lemak tak jenuh dengan hidrogen, sehingga menghasilkan kejenuhan.
Sifat-sifat penting dalam lemak:
·         Pada pemanasan tertentu akan terjadi pencairan secara perlahan
·         Jika dipanaskan secara berlebihan, pada awalnya akan mengeluarkan asam yang disusul dengan memijar dan akhirnya terbakar.
·         Dengan udara dan air akan terbentuk emulsi, globula lemak akan muncul pada sejumlah air yang besar, seperti yang terjadi pada santan dan susu. Sedangkan droplet air akan timbul pada beberapa lemak misalnya dalam mentega.
·         Sebagai bahan pelicin dalam makanan. Ketika makan roti akan lebih mudah ditelan jika diberi olesan lemak.
·         Sebagai shortening agent, dimana jika lemak bercampur dengan protein dalam daging akan dapat mengempukkan (melunakkan) daging.
(http://sains.geoklik.com/komposisi-sifat-lemak-dan-minyak/)

Affiliate Program ”Get Money from your Website”

0 komentar:

.:: Search

.:: Jurnal

Science Direct

.:: LibGen

http://libgen.org/scimag/

.:: Facebook

.:: Koleksi e-Book

.:: Followers

.:: Traffic

Diberdayakan oleh Blogger.